My name is Cristine and I love yoga

April 15, 2009 by cristineliman

Namaku Cristine dan aku suka yoga. Ketika aku masih kecil, aku sering melihat Papa melakukan gerakan sejenis “headstand”. Bertumpu dengan kepala di lantai dan kaki di atas. seluruh berat badan bertumpu pada kepala. Beliau melakukan gerakan ini sekitar 10-15 menit rutin setiap hari. Setelah itu beliau semedi. Barulah bangun, minum kopi dan beraktivitas. Papa selalu tampil dalam kondisi segar bugar. Rambutnya yang lebat hitam legam. Tidak ada keriput di wajahnya, hanya sedikit garis halus di sekitar mata.

 Hmm… aku mulai berpikir, apakah ada korelasi antara awet muda papa dengan yoga yang rutin dipraktikkannya? Barangkali juga kebugaran tubuhnya merupakah buah dari keteraturannya melakukan latihan setiap hari.

Itulah kenapa, ketika aku join sebuah Fitness Center, aku memilih kelas Body Balance, yaitu gabungan antara Tai Chi, Pilates dan Yoga.. aku sangat menikmatinya, menikmati setiap gerakan pernapasan, stretching, balancing, bahkan stretching yang membutuhkan kelenturan tinggi, aku bisa melakukannya. Kecuali “headstand” sperti papa, aku belum berani sampai sekarang.

Ternyata, Yoga membuat aku ketagihan. Setiap bangun tidur, pasti aku mempraktikkan beberapa gerakan untuk bener-bener bikin mataku melek. AKu usahakan untuk melakukan gerakan full. tapi kalo bangun kesiangan, maka hanya beberapa gerakan seperti dog pose dan membungkukkan badan,menyentuhkan telapak tanganku ke lantai, menarik kepalaku ke lutut.. Kalo bangun lebih pagi, aku mempraktikkan 1 seri full. Dengan panduan sebuah CD durasi 25 menit, cukup untuk membuat keringat mengucur keluar. wajah menjadi segar, penglihatanpun segar dan kulit berseri-seri…

siap deh beraktifitas seharian …

NONTON PREMIER LASKAR PELANGI BUAT PERS

September 23, 2008 by cristineliman
NONTON PREMIER LASKAR PELANGI BUAT PERS 22 SEPT Sep 22, ‘08 4:35 AM
for everyone

Keren filmnya…Ga sabar nunggu SANG PEMIMPI. Special thanks buat Bang Andrea Hirata, Dhipie, Mas Aves dari Mizan yang udah ngasih undangan…Buat yang baru mau nonton,jangan lupa bawa tissue… so touching.. Jadi kangen kampung halamanku…Bangka Belitung..

Air mata berderai, tak kuasa kucegah. Terutama adegan Lintang yang harus putus sekolah karena kematian Ayahandanya. Scene demi scene serasa begitu akrab di hatiku.. pantainya, jalan rayanya, toko-toko, rumah-rumah, termasuk BUAYA-nya…yang juga pernah memakan korban salah satu keluarga jauhku..

aku jadi merasa lebih beruntung dalam hidup ini.

Ketika bertemu dengan tokoh-tokoh kecil pemain Laskar Pelangi, kulihat mata anak-anak yang polos itu. Siapa sangka, belia-belia dari sebuah pulau kecil sana punya bakat begitu luar biasa..dan bekerja sama dengan sineas-sineas hebat yang dimiliki tanah air ini…

Riri riza terlihat lebih gelap daripada sebelum berangkat ke Belitung. Mbak Mira tertawa bahagia…Bang Andrea pun cerah…Mbak Dhipie tetap gila hehe..cerah sumringah..

foto lebih lengkap : cristineliman.multiply.com

NBA Games Macau..A walk to remember

July 23, 2008 by cristineliman

NBA season 2007-2008, a wonderful trip that has produced wonderful experience, friends and excitements…a walk to remember…

Bersama 3 crew dan 3 orang tamu undangan, kami dikirim ke Macau untuk membuat magazine show tentang pertandingan Basket NBA Preseason Games.

Tanggal 16 Oktober malam tepat pukul 00:30 lepas landas dari bandara Internasional Soekarno Hatta langsung menuju Macau dengan pesawat baru Viva Macau Airlines. Perjalanan memakan waktu 4-5 jam. Kami tiba dini hari pukul 06:30. Menjelang pukul 5 pagi, semburat merah mentari pagi yang sebentar lagi muncul begitu memukau.

Tepat di sebelahku karena aku duduk persis di samping jendela pesawat. Aku terperangah kagum akan keindahan semesta dan keajaiban penciptanya. Kuabadikan detik-detik yang jarang dapat kunikmati ini. Setiap menit nampak perubahan yang signifikan di langit. saat itu aku berpkir, berbahagialah mereka yang berprofesi sebagai pilot dan pramugari karena dapat menikmati momen luar biasa ini lebih sering daripada aku.


Tepat pukul 06:30 kami mendarat. Bienvenue…Suasana portugis sangat terasa sejak menjejakkan kaki di bandara. Semua signage dalam dua bahasa : Chinese dan Portugese. Negara yang eksotis menurutku karena begitu berbeda. Kecil, bersih, menarik, tidak macet, tidak berpolusi. 3 jembatan besar dan panjang membelah kota, menghubungkan satu sisi pulau dengan pulau lain. Di siang hari tidak terlalu luar biasa, tapi ketika malam menjelang, aku berdecak kagum. Lampu-lampu mulai dinyalakan dan di setiap sudut kota terang benderang. Setiap beberapa meter ada kasino..uugh.. Masyarakat di sini mata pencahariannya kalo tidak kerja di imigrasi, ya di kasino, berdagang atau menjadi tour guide…luar biasa…Kota yang tidak pernah mati. Lepas jam 24 tengah malam, toko-toko emas atau berlian masih tetap buka. Kabarnya pedagang barang berharga ini tetap buka untuk mengantisipasi para gambler yang mau menjual emas atau berliannya untuk keperluan berjudi…hmmm…eksotis…menurutku..


Sarapan pertama di Macau penuh dengan keribetan. Alasan klasik…kendala bahasa hehe…AKu memang keturunan Chinese, tapi tak berarti aku menguasai bahasa Chinese dengan baik. Bahasa Prancisku malah jauh lebih baik daripada bahasa Chineseku…Untunglah bahasa Inggris efektif di sini. Tak kusesali belajar bahasa Prancis, Italia dan Spanyol di kampus dulu karena Macau Negara bekas jajahan portugis yang bahasanya sedikit banyak mirip bahasa Spanyol, maka petunjuk-petunjuk jalan bisa kumengerti.


Di hari pertama kami bertolak ke Hongkong. Naik ferry, hanya seratusan hongkong dolar. Lumayan pikirku. Nanti kalau mau wisata ke Hongkong lagi, kusarankan lewat Macau saja. Dengan budget hampir sama, bisa mengunjungi 2 negara sekaligus. Hotel di Macau juga lebih murah daripada di Hongkong. Demikian pula makanan. Jadi tidak rugi kalo lewat Macau saja. Akhirnya jadi juga aku ke Hongkong setelah menyimpan impian hampir setahun lamanya untuk mengunjungi paman dan bibiku yang sudah menjadi warga Negara sana.


Malam hari kami menyeberang lagi ke Macau. Keesokan hari berangkat ke Zhuhai, wisata belanja, wisata sejarah dan wisata kuliner setengah hari lalu kembali ke Macau lagi karena game NBA dimulai menjelang malam. Game akan berlangsung di Venetian Arena. DiVenetian Arena ini ada sebuah lapangan basket besar yang menjadi bagian dari Venetian Hotel. AKu takjub untuk pertama kalinya melihat hotel yang demikian LUAAAARRR BIASAAAA…Besar sekali sampai-sampai kami nyasar di dalamnya. Ada lebih dari seribu kamar mewah, interiornya lekat dengan arsitektur zaman Romawi (kalau tidak salah), ada gondola di tengah hotel, kanal-kanal yang dibuat menyerupai Negara aslinya Italia, dengan kano-kano yang disewakan, sambil ditemani lantunan musik opera yang mengalun dari instrument khas yang sering aku tonton di film-film Eropa …luar biasa indah….


Yang lebih mengharukan bagiku adalah melihat pemain basket idolaku langsung dari pinggir lapangan. Dwight Howard menjulang di tengah lapangan.

Aku duduk bersama-sama tim kami di row M dan sangat menikmati mengeprakkan instrument dari LENOVO yang kami pakai untuk memeriahkan acara dan menambah riuh suasana di lapangan. Ribuan orang berbondong-bondong ikut nonton dan mendukung tim nasional China. AKu sampai geleng-geleng kepala melihat antusiasme beberapa kakek nenek yang ikut menonton. Rasa nasionalisme telah membuat mereka lupa sejenak akan usia yang tak lagi muda…sekali lagi luar biasa..


Pertandingan usai dan kami menikmati berfoto-foto di lapangan basket, di setiap sudut hotel yang lekat dengan sentuhan kemewahan, di kasino Venetian yang luasnya ga bisa kukira-kira lagi, ratusan mesin-mesin judi yang aku sendiri bingung bagaimana mainnya, ratusan meja yang dikelilingi orang-orang yang sedang berjudi…dan masih banyak lagi … terlalu banyak untuk bisa ditulis di sini…


Hari berikutnya mengunjungi Shenzen…Window of the World…. Mengunjungi tempat ini sama dengan berkeliling dunia. Semua replika icon Negara-negara di seluruh dunia ada di sini, dalam bentuk lebih mini tentunya. Tak bisa kubayangkan bagaimana pemerintah China bernegosiasi dengan pemerintah setiap Negara di dunia untuk membuat replika ciri khas Negara masing-masing. AKu berfoto di hampir semua miniatur… di depan Eiffel pastinya yang pernah kukunjungi aslinya di Prancis sana 7 tahun silam, di depan tembok Cina, Kota terlarang, rumah opera, Spinx, Merlion, dll.. menonton teater 4 D di Jepang, menonton tarian-tarian masyarakat Chinese yang begitu memukau, bergaya di bawah 1000 lampion merah, meluncur di atas es dan menikmati dinginnya salju di Swiss, dll…sungguh pengalaman tak terlupakan..


Pertandingan game ke-2 berlangsung lagi keesokan harinya….dan di hari terakhir syuting dengan Macau Government Tourism Office (MGTO) yang sangat helpful… Lunch di ketinggian 147 (lupa persisnya) lantai di Macau Tower…interview Filipa, wanita Portugis yang banyak membantu untuk perjalanan ini berlangsung.. Sore harinya aku melanjutkan perjalanan sendirian ke Hongkong. AKu ambil cuti 2 hari untuk mengunjungi keluargaku di sana…sementara timku yang lain kembali ke Jakarta….

Macau…until we meet again… I am missing you….

Weekend bersama Natur E dan Nadya Hutagalung

July 2, 2008 by cristineliman

Perjalanan yang indah ini pada mulanya berawal dari sebuah impian. Pada kunjunganku ke Bali di awal Juni yang lalu dalam rangka seminar Media se-Asia Pasifik, aku terbangun di suatu pagi karena sebuah acara televisi yang menarik perhatianku di sebuah stasiun TV local di Bali. Ada acara yoga di situ. Sebagai seorang pecinta yoga yang selalu rutin kupraktekkan tiap hari, acara ini sukses memelekkan mataku yang terkantuk-kantuk. Dalam hati, aku membisikkan sebuah impian, “Tuhan, aku ingin melakukan yoga di tepi sebuah pantai atau sebuah kolam renang atau di atas hamparan rumput hijau di Bali suatu hari nanti di mana aku bisa merasakan kesejahteraan pikiran dan batin yang menenangkan.”

Impian yang sederhana memang. Tapi tidak terlalu susah bagi Tuhan untuk bisa mewujudkannya. Beberapa hari kemudian, aku mendapat telpon dari teman lamaku. “Cristine, kita memenangkan lomba menulis Natur E dan akan dikirim ke Bali untuk syuting bersama Nadya Hutagalung”. Aku tertegun. “what???” kapan nulisnya? Ternyata temanku diam-diam mengirimkan tulisannya yang berisi tentang aku dan sebagai hadiahnya kita berdua bersama 24 pasang pemenang lainnya se-Nusantara berhak mendapatkan hadiah jalan-jalan ke Bali. Sebuah kebetulan yang tidak perlu dipertanyakan kenapa bisa terjadi karena aku percaya pada kekuatan Law of Attraction, the Secret dan Quantum Ikhlas yang secara fisika akan mampu menjawabnya. Bagi teman-teman yang belum pernah membaca ketiga buku tersebut, perlu kuinformasikan bahwa buku-buku tersebut adalah best seller dan merupakan beberapa dari buku-buku favoritku. Dan di sinilah petualangan itu dimulai.

Perjalanan memang tidak terlalu mulus di awal karena kami sempat stuck selama total hampir 7 jam di bandara Soekarno Hatta dan Jogja (pesawat transit di Jogja). Bertemu dengan 1 pasang pemenang lainnya dari Jakarta, kami mulai akrab karena kami berempat punya persamaan sifat “ tukang ngoceh” sehingga akrablah gank ini dalam waktu kurang dari 1 jam. Kami habiskan waktu di bandara dengan uring-uringan. Istilah kami, sudah mati gaya mau ngapain lagi. Mulai dari lunch dan istirahat di Lounge, sampai narsis-narsisan gaya di depan kamera pocket, trus becanda ga karuan, ngomentarin hal-hal yang ga penting, dan masih banyak lagi.

Singkat cerita, sore sebelum sunset, kami tiba di Bali. Menginap di Hardrock Hotel Bali dan ketika tiba, masih ada sisa setengah jam sebelum matahari masuk ke peraduan. Kami langsung ganti kostum dan setengah berlari, langsung membawa kamera menuju Pantai Kuta. Mengagumi keindahan Tuhan lewat semburat merah yang perlahan-lahan masuk dengan malu-malu di balik awan dan langit Bali.

AKtivitas mulai padat dari pagi jam 6. Kami melakukan yoga tepat di tepi kolam renang di atas Sand Island Hardrock Hotel Bali, dihibur oleh riak air kolam dan ditemani musik yoga yang mengalun tenang. Persis tepat seperti gambaran bayanganku 2 minggu lalu ketika membisikkan impian untuk dapat melakukan yoga di tepi sebuah kolam renang atau hamparan rumput hijau di Bali dalam hati. Sekali lagi Tuhan sungguh hebat. Ketika melakukan meditasi di akhir sesi yoga tersebut, aku menghirup nafas dalam-dalam, bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah membawaku ke sini, tepat seperti apa yang aku inginkan. Kubisikkan ucapan terima kasihku dalam hati dan kunikmati ketenangan yang melingkupi seluruh pikiran dan batinku.

Aku begitu menikmati yoga ini selama 2 hari berturut-turut dan tidak percuma rasanya punya hobi yang menyehatkan raga. Karena ternyata panitia memberikan hadiah kepada peserta yoga yang paling lentur gerakannya. Dan aku memenangkan kategori ini. Jadilah aku difoto bersama Nadya Hutagalung dan fotonya dicetak 10R, ditandatangani sang bintang jelita dan dibingkai dalam pigura nan indah menawan. Foto berpigura itu terpajang anggun di atas meja riasku.

Hari-hari kami sangat menyenangkan. Wanita-wanita Indonesia ternyata sangat luar biasa. Di malam gala dinner ketika semua pasangan yang berbalut gaun malam berwarna hijau harus menunjukkan kebolehan mereka di atas panggung yang sudah diset dengan demikian anggun, aku menyadari bahwa hidup ini memang sebuah panggung pertunjukan. Panggung itu milik kita dan kitalah yang melakoninya. Akan menjadi seperti apa lakon itu, sangat tergantung pada diri kita. Mas Alexander Sriwiyono berpesan di sesi siang dalam kelas pengembangan kepribadian, bahwa the stage is ours and after that night, the stage is not over yet… Our life is the real stage…Malam yang mengesankan… Hampir tidak dipercaya, ketika orang yang tampaknya biasa-biasa saja, ketika berada di atas panggung dan memainkan lakonnya, mereka semua menjadi begitu luar biasa., memiliki kepercayaan diri yang tinggi meskipun saya tahu semua orang deg-degan ketika menjejakkan langkah pertama di atas panggung. Tapi ketika kita semua menjadi apa adanya kita, semua mengalir dan mengalir dan jadilah satu karya yang begitu memukau. Indah karena begitu orisinil dan tidak ada satupun orang yang bisa menyamainya.

Petualangan berakhir dengan kembalinya semua peserta ke kota mereka masing-masing setelah menghabiskan waktu bersama 4 hari 3 malam yang berarti adalah dimulainya kembali episode baru dalam kehidupan nyata kami.

Cristine Liman : 10 Menit bersama Andrea Hirata

April 21, 2008 by cristineliman

10 menit bersama Andrea Hirata

Jika Arai mengaji, pikiranku lekat pada anak kecil yang mengapit karung kecampang, berbaju seperti perca dengan kancing tak lengkap,berdiri sendirian di muka tangga gubuknya, cemas menunggu harapan menjemputnya. Jika Arai mengaji, aku bergegas menuruni tangga rumah panggung kami, kemudian berlari sekuat tenaga menerabas ilalang menuju lapangan di tepi kampung. Di tengah lapangan itu aku berteriak sejadi-jadinya.

Ratap lirihnya mengirisku, menyeretku ke sebuah gubuk di tengah ladang tebu. Setiap lekukan tajwid yang dilantunkan hati muda itu adalah akut kerinduan yang tak tertanggungkan pada ayah-ibunya. (Sang Pemimpi, Andrea Hirata).

Kalimat-kalimat di atas adalah kutipan dari halaman 33 buku Sang Pemimpi, salah satu buku dari Tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, yang sudah kubaca berulang kali. Dan setiap kali kubaca, tak pernah kuasa ku membendung air mata haru jatuh dari pelupuk mataku, bahkan pernah sampai terisak-isak dan sedikit menggerung, karena jelas terpatri dalam pikiranku, bayangan akan kampung halaman sang penulis buku, Belitung.

Aku memang hobi membaca buku, terutama buku-buku kesusastraan, motivational dan petualangan. Dari sekian banyak buku yang aku koleksi, ada 3 yang terakhir ini begitu menginspirasi aku. Buku-buku tersebut adalah tetralogi yang berjudul Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan yang akan terbit sebentar lagi adalah Maryamah Karpov. Buku-buku ini berhasil mencuri hatiku, menggantikan hobiku yang lain, yaitu tidur, memaksa air mataku mengucur deras tak terbendung, membangkitkan getar-getar kenangan akan kampung halaman ku, dan yang paling penting dari semuanya adalah membuatku begitu tergugah dan terinspirasi sehingga merasa sangat berdosa ketika aku kurang mensyukuri hidup. Pengarang yang luar biasa itu bernama ANDREA HIRATA. Tidak ada pengarang lain yang lebih membuat aku merasa begitu ingin bertemu selain dia. Bahkan JK Rowling yang begitu terkenal pun rasanya masih kalah memenangkan hatiku dibandingkan pengarang yang satu ini. kenapa? Awalnya aku tidak tahu. Tapi setelah membaca ketiga bukunya, aku menemukan jawaban mengapa aku begitu ingin bertemu dan menghabiskan sedikit waktu untuk mendapatkan inspirasi darinya. Jawabannya adalah karena aku menemukan beberapa kesamaan dalam impian masa kecil kami, ditambah lagi kami berasal dari Propinsi yang sama, yaitu Bangka Belitung…ikatan tak langsung inilah yang membuat keinginanku untuk bertemu dengan Andrea begitu menggebu-gebu.

Andrea Hirata berasal dari Belitung. Aku berasal dari Bangka. Bangka Belitung sekarang telah menjadi sebuah provinsi sendiri setelah lepas dari Sumatera Selatan. Inilah ikatan secara geografis itu. Andrea kecil memiliki impian untuk menggapai ilmu setinggi-tingginya, menjelajahi Eropa dan Afrika. Akhirnya ia berhasil mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia. Bagi anak daerah seperti kami, duduk di bangku kuliah di Universitas Indonesia, kampus yang menyandang nama bangsa itu, adalah sangat membanggakan. Karena tidak gampang untuk bisa lulus UMPTN dan menjadi bagian dari Jaket Kuning (begitulah kami memanggil almamater kami). Akupun berhasil mendapat kursi di kampus yang diidam-idamkan banyak orang ini (dengan berjuang keras tentunya) dan masuk di Angkatan ’98. Demikian kesamaan kami yang kedua. Dari bukunya, kita akan tahu bahwa Andrea akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di Université de Sorbonne, Paris, Prancis. Mengunjungi negara ini pun adalah salah satu dari impianku. Aku sangat terobsesi dengan Prancis (waktu itu karena Piala Dunia 1998 diselenggarakan di Prancis dan di mataku Prancis begitu menggiurkan. Aku juga pencinta nonton sepakbola pada waktu masih sekolah). Dan jadilah terpatri di dalam hatiku, impian untuk bisa menjejakkan kaki di tanah yang terkenal dengan menara Eiffel-nya itu, begitu menggebu-gebu. Terutama juga impian untuk mengunjungi Sorbonne, Universitas yang mencetak begitu banyak orang pintar yang nama-nama mereka terukir di buku-buku sejarah yang aku baca.

Di tahun 2001, aku berhasil mendapatkan beasiswa untuk pertemuan pelajar-pelajar penutur bahasa Prancis seluruh dunia dan untuk pertama kalinya berhasil menginjakkan kaki di Negara yang aku impi-impikankan itu, juga berkesempatan mengunjungi Sorbonne yang sudah begitu lama menawan hatiku.

Tapi Bang Andrea jauh lebih beruntung. Beliau bisa mengenyam pendidikan S2 di sana, sementara aku cuma punya waktu 1 bulan untuk menikmati negara yang luar biasa dan masih sangat aku rindukan sampai sekarang . Tapi tak apalah…rasa syukur itu penting sekali untuk lebih menikmati hidup ini.

Pada tanggal 18 April 2008, diadakanlah acara Kick Andy off air oleh Metro TV di Universitas Indonesia dan book signing (penandatanganan buku) Laskar Pelangi oleh pengarang idolaku, Andrea Hirata. Dari seminggu sebelumnya, aku sudah mendaftar dan mengosongkan agendaku demi untuk menghadiri event tersebut dan berharap untuk bisa bertemu dengan Bang Andrea, bercakap-cakap barang sebentar saja dan tentu saja, minta tandatangan beliau di atas buku-buku karangannya yang aku koleksi.

Akhirnya tibalah hari itu. Aku bela-belain menempuh perjalanan jauh, sekalian nostalgia lagi ke kampus UI yang telah mendidikku. Sesampai di sana, ribuan mahasiswa sudah mengantri untuk masuk ke balairung tempat diadakannya off air event tersebut. Dengan berbekal undangan dan kartu pers (aku kerja di JAK-TV), tim Metro TV mengizinkan aku masuk lewat pintu VIP yang berarti aku bisa menghindari antrian super duper panjang (aduh leganya, thanks to my profession). Acara berlangsung selama lebih dari 2 jam. Seru sekali dan aku berhasil melihat pengarang idola aku dari jarak 2 meter. Lumayanlah. Setelah acara selesai, aku berniat untuk minta crew metro TV mempertemukan aku dengan Bang Andrea, pengen ketemu sekalian menjajaki kemungkinan untuk JAk-TV bisa mewawancarai Bang Andrea, terutama untuk pembuatan film layar lebar Laskar Pelangi yang sedang digarap oleh Sutradara Riri Riza dan Mira Lesmana.

Ternyata setelah off air selesai, Andrea langsung diamankan karena takut dia “tergilas” oleh crowd yang begitu luar biasa dan mahasiswa-mahasiswa yang gencar mengejar beliau untuk foto dan tandatangan. Demi bertemu dengan Andrea, akhirnya aku pergi ke Gramedia Depok tempat diadakannya book signing. Waduuuh, pengunjung yang minta tandatangan pun berjubel-jubel. Lali aku minta salah satu pegawai toko buku Gramedia untuk memperkenalkan aku deengan EO atau manajernya Andrea. Singkat kata singkat cerita, setelah melalui proses yang cukup ribet sebenarnya, akhirnya datanglah seorang wanita yang ternyata adalah dari penerbit buku Laskar pelangi. Setelah ngobrol-ngobrol, beliau berjanji untuk menyediakan waktu khusus buat aku setelah acara book signing selesai. Jadi aku tidak perlu gencet-gencetan dengan ratusan pengunjung lain untuk minta tanda tangan.

Setelah kurang lebih 1.5 jam, selesailah acara itu dan Andrea Hirata dan Andy F Noya (bang Andy ikut juga karena ada penandatanganan buku Kick Andy kumpulan kisah inspiratif) beserta rombongan segera diamankan oleh sekuriti menuju ke ruang VIP. Berkat bantuan manajernya Andrea, aku berhasil ikut rombongan itu dan inilah dia …. 10 menit bersama Andrea Hirata.

Aku bercakap-cakap dengan Bang Andrea ( seperti mimpi rasanya), sedikit tentang kami yang berasal dari Bangka Belitung, sedikit tentang Université de Sorbonne, sedikit tentang beberapa tokoh yang ada di Tetralogi Laskar Pelangi, sedikit tentang pekerjaan Bang Andrea sekarang, sedikit tentang film yang akan segera dibuat dalam waktu dekat, sedikit tentang rencana kuliah S3 dia nanti. Semuanya serba sedikit, tapi 10 menit itu sangat berarti. aku sangat bahagia karena belajar banyak dari beliau. Bang Andrea yang sudah menjadi milyuner itu tetaplah sosok yang sederhana, low profile, tidak ada sedikitpun unsur “tinggi” dari setiap tutur kata, cerita maupun sikapnya. Bang Andrea kelihatan capek (tidak bisa disembunyikan, mungkin karena road show yang begitu padat jadwalnya) tapi tetap ramah dan murah senyum.

Bang…you’re such inspiring…you started with a little simple boy with great dreams…and you have made it now….you really have made it…. I’m so proud of you..thanks for the inspiration.

“Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke Afrika yang eksotis. Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara : Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis Pasteur, Montesquieu, Voltaire. Di sanalah orang belajar science, sastra dan seni hingga mengubah peradaban..” (Sang pemimpi, Andrea Hirata)

Kaos Kaki

March 29, 2008 by cristineliman

gokil-team.jpg

Nah, ini dia lanjutan dari cerita tim gokil JAK-TV.

Kali ini topiknya adalah Ir. Audy “Ngana” Luntungan, MBA. Dari title-nya, orang ini terdengar sangat “sharp” alias Pinter dan tajam. emang dia pinter sekali, proposal presentasi yang mendapat sentuhan Audy sangat memikat. Selain itu Audy mendapat julukan “Pendeta” karena hidupnya yang sangat lurus bak tiang listrik, ga mbelok kemana-mana. Kalau lagi “miring” diracunin anak-anak gokil ini, lagi pusing karena cobaan hidup, lagi butuh numpahin uneg-uneg, Audy adalah orang yang tepat. dia bak sebuah spons yang akan menyerap semua keluh kesah dan datang dengan sebuah solusi yang akan membuat kita ngerasa adem ayem.

Akan tetapi di balik titlenya yang bagi Decky sedikit menimbulkan jealousy (karena dulu Decky apply S2 bareng Audy, tapi gagal hehehe..remember Dek, waktu itu lo ngebut-ngebut muter SCBD ngilangin stress), Audy sangat MONO. Sebagai contoh : kalo masuk ke mobil ATOZ-nya, wuuiisss, mobil cowo banget. karcis tol bertebaran di mana-mana (karena habis terima karcis tol, langsung dibuang ke kursi sebelah supir), kalo orang-orang lagi pada nge-gosip (biasalah anak media), audy orang terakhir yang tau dan dengan mimik menado khas-nya (dgn mata, mimik dan suara memelas) dia akan bilang “booo, apaan sih booo”.. dan biasanya orang-orang males mengulang cerita karena udah cape rewind lagi. tinggallah Audy memelas lagi tetap memohon-mohon.

Sebagai ex-Astra, ga heran cara berpikir Audy bagaikan bagan flowchart yang ada step-stepnya, bergambar kotak-kotak, trapesium etc. Ini adalah satu kejadian yang ngga semua orang bisa mengerti :

Waktu itu gue lagi butuh bantuan untuk buka botol Xylitol (permen karet yang katanya bisa bantu mengurangi karies gigi itu lho). Susah banget bukanya dan gue minta tolong Audy. Dia coba bukain, tapi patah di tengah. Lalu matanya mencari-cari sesuatu di meja (gua tebak kayaknya nyari benda tajam untuk buka botol tsb). Karena ngga nemu, akhirnya Audy teriak “Siapa yang ulang tahun hari iniiii?”….Langsung gue ketawa terbahak-bahak. Gue ngerti maksud Audy adalah dia lagi nyari pisau yang biasa dipake buat motong kue ulang tahun. Nah, jadi dia cari tau siapa yang ulang tahun hari itu biar bisa minjem pisau buat buka botol Xylitol. Huaah dasar orang kelewat pinter…mau nyari pisau aja pake nanya siapa yang ulang tahun ini. padahal itu pisau buat motong kue ultahjuga biasanya ga tajem-tajem amat dan udah pasti ga bisa buka botol tersebut…hehehe. Mau tau kisah selanjutnya ??? yuukkk lanjut..

Suatu hari, ehem, gue, Audy dan Pak Fery mau ketemu dengan salah satu client besar di salah satu Hotel bintang 5 di ibukota (sengaja tidak disebutkan detailnya untuk menjaga privasi uuupss). jadinya waktu itu adalah breakfast meeting. karena client itu akan dimutasikan ke negara lain, jadi kita udah menyiapkan suvenir tanda penghargaan dan mudah-mudahan client ini selalu inget akan JAK-Tv jadi billing jalan terus hehe (dasar gue Cina kata anak-anak). Suvenir udah dibeli ama Audy dan di pagi hari gue ingetin dia jangan ampe lupa bawa suvenir itu. Ternyata dia uda on the way dan suvenir aman. Dan pada hari H, kita berangkat dari rumah masing-masing langsung menuju lokasi. Ternyata begitu nyampe, pas banget di parkiran kita ketemu dan parkir sebelah-sebelahan. Klien udah nyampe duluan dan gue minta Audy jalan duluan ke cafe hotel tersebut karena gue belum pake sepatu dan belum sisiran. Trus Audy kasih gue sebuah bungkusan dalam plastik DEBENHAMS, yang adalah suvenir tersebut. Tengsin kali dia bawa-bawa tentengan msuk hotel hehe. Sehabis sisiran dan pake sepatu, gue keluarin tas, suvenir dan ngunci pintu mobil. Tapi ntah kenapa rasanya pengeeen banget melirik isi plstik DEBENHAMS itu, pengen liat bungkusan suvenirnya rapi apa ngga (me, kind of perfectionist girl).

Ketika gue buka, alangkah kagetnya gue…coba tebak ada apa di dalam plastik itu selain suvenir….ADA SEPASANG KAOS KAKI BEKAS PAKE….. dan tak usalah dijelaskan di sini apa yang terjadi setelah itu dan setelah cerita ini langsung beredar ke seluruh tim gokil.

Coba bayangkan apa yang terjadi kalo plastik Debenhams tersebut gue langsung kasih ke client tanpa diperiksa…

BERSAMBUNG…..

TIM GOKIL MARKETING JAK-TV

March 25, 2008 by cristineliman

gokil-team.jpg

(dari kiri ke kanan ke depan : Arie Cucok, Tedy Omes, Yudi Gantung, Cristine, Decky, Audy Ngana, Okkie)

Inilah cerita pertama gue tentang teman-teman gue di tempat kerja yang sekarang. (sekarang masih satu tim…entahlah beberapa waktu lagi masih atau ngga. tapi gue janji meskipun ngga.., blog2 tentang mereka akan tetap gue masukkan dalam kategori “JAK-TV”)…

Tempat kerja kami adalah sebuah stasiun televisi. JAK-TV namanya. Di grup gue (marketing department), ada 7 orang, termasuk gue. Dan sedari dulu, gue adalah satu-satunya cewe di antara para cowo-cowo itu. Bukan karena gue ga suka punya AE cewe, tapi memang kayaknya ga jodoh. Dan gue sangat menyayangi orang-orang dalam group gue ini karena mereka semua unik-unik. Berikut adalah sekilas tentang AE-AE gue yang tergabung dalam tim 7 :

1. Audy luntungan. Biasa dipanggil “ngana” atau “tepenksy”. Manado asli yang memperistrikan cewe Batak..laki-laki sayang istri, berhati sangat baik. Pinter banget anaknya. Gua sangat rely on this person terutama dalam hal membuat proposal. Dia jagonya. Lulusan S1 ITB dan MBA dari UI…tapi punya 1 kelemahan : MONO banget!! Sampai-sampai saking mononya, ketika semua orang di lorong marketing ngegosipin Sandra Dewi, audy satu-satunya yang ga nyambung. Dengan gaya khasnya, kalo udah ga ngerti dia nanya : “boo, apaan si boooo??” (wajah memelas minta diikutsertakan dalam gosip panas) dan seperti biasa, anak-anak ga ada yang menggubris karena cape deh kalo ngulang lagi dari awal…dalam momen-momen ini lenyaplah sudah image dia sebagai seorang insinyur plus MBA pinter lulusan perguruan tinggi ternama di Nusantara ini.
2. Decky burhan…cowo playboy yang udah bertobat (kata dia)…kalo udah lama kenal Decky, orang akan tahu bahwa dia punya keluarga artis…Erwin Gutawa yang terkenal itu adalah kakak iparnya, dan Gita Gutawa yang gue ngefans berat itu adalah keponakannya. Kakak kandung Decky memang menikah dengan Erwin dan kakaknya ayu cantik lemah gemulai. Dalam satu keluarga, selalu ada yang “busuk” atau buah dari sebatang pohon pasti ada yang “busuk”…demikianlah Decky mendeskripsikan dirinya. Dia menganggap dirinyalah “ buah busuk” dalam keluarganya hahaha…you’re not that bad actualy, Deck…
3. Ari Syarief. Dipanggil “cucok” oleh anak-anak…julukan itu datang dari diri dia sendiri. Saat ini sedang mencari jati diri, mau ke kiri (laki-laki) atau ke kanan (perempuan). Dia lebih suka ke kanan nampaknya, meskipun secara biologis kata Decky dia laki-laki (kayaknya Decky udah pernah ngintip)..Cucok itu lemah gemulai, baik ketika lagi marah maupun lagi becanda. Jadi ketika dia marah, ga ada yang nanggepin serius, karena orang pikir dia becanda…kasian dia…kalo dia cemberut pun, orang pikir dia lagi menggoda…makanya dia selalu jadi bulan-bulanan anak-anak. Tapi nampaknya dia menyukainya..
4. Tedy Permana. Mendapat julukan “Omes” = Otak Mes…m (teeet sensor)… emang otaknya ga jauh-jauh dari hal-hal yang barusan gua sebut itu. Tapi dia pekerja keras banget. Sangat pekerja keras sehingga kadang-kadang dia menolak gua ajak makan siang bareng tim kita gara-gara dia harus ke Pulo Gadung ketemu client-nya..
5. Yudi Arianto. Ini AE terbaruku di grup. Belum terlalu keliatan aslinya. Tapi yang pasti dia punya banyak sekali gantungan di lehernya. Kayaknya semua hal digantung ama dia mulai dari ID card, USB, pulpen, kacamata, guntingan kuku, handphone 2 biji (gsm dan cdma), jadwal kunjungan client, dan entah apa lagi..
6. Teuku Okkie…orang Aceh yang nyasar di Jakarta. Berwajah innocent, tapi ternyata lebih “OMES” dari Tedy (ini kata anak-anak). Okkie seorang pekerja keras juga. Setiap minggu malem, Okkie pasti selalu merasa mules, karena harus bikin laporan mingguan tentang sales activity untuk dilaporkan di meeting pagi hari Senin setiap minggunya..
7. Cristine Liman, gue sendiri. Head dari ke-6 anak-anak unik ini. Kalo Decky, Omes, dan Okkie sering ngeracunin gue untuk hal-hal yang agak miring, maka tugas Audy-lah untuk balancing and spooring gue biar kembali normal. Gue sering digangguin via telpon tiap Jumat malam, karena Decky tau hari Jumat malam gue tidurnya pasti larut. Anak-anak pengen ngecek gue lagi ngapain. Gue selalu dikira pacaran padahal nggak. Apalagi ketika anak-anak dapet tugas bikin presentasi buat shareholder, yang paling rajin gangguin gue adalah Decky dan Cucok. Pertanyaan Decky masih lebih berbobot, tapi Cucok sering nanya yang ngga penting, misalkan : ”gimana cara log-in ke website jaktv?” hhehehe…. Okkie jarang telpon, Cuma kirim sms yang isinya menggambarkan bahwa dia lagi stress, kalo Audy udah pasti ga akan baca lagi sms malem-malem, apalagi mengirim sms, karena istrinya pasti ngambek kalo tau (oopps).
Kita satu tim kalo bepergian, selalu naik Grand Livina 1112 D. Ketebaklah mobil siapa ini dari kode plat polisinya. Soalnya kalo naik mobil Okkie, PANAS, ini kata anak-anak, plus GA ADA TV-nya (hehe)…. kalo semua lagi pada suntuk dan ngantuk, kita mampir ke Mindshare. Minum Nescafe gratis (di mindshare memang tersedia kopi, milo, air putih, self service dan gratis), sambil ketemu client-client dan teman-teman agency, cuci mata tebar-tebar pesona menjaring billing… habis kalo ke Starbucks kan mahal.
Selama di jalan, pembicaraan pastilah ga jauh dari wanita cantik yang lewat di pinggir jalan. Mata Omes (Teddy) lah yang paling awas dan tajam ngeliat cewe cantik. Kalo Audy sudah pasti MONO. Okkie Cuma nimpalin komentar anak-anak. Kalo Cucok, sudah pasti dia ga tertarik, karena perhatiannya hanya tertuju pada laki-laki saja…
Ada sederetan cerita lucu tentang kami. Gue akan cerita di halaman yang lain. Halaman ini hanya untuk intro saja. Tapi kata kuncinya gue sbutin dulu dan gue yakin 7 orang dari kami akan terus terpingkal-pingkal kal omengingat cerita ini. Dan gue yakin cerita-cerita ini akan jadi kenangan terindah seumur kami hidup. Inilah kata kuncinya : STC, SINGLET, KAOS KAKI, OBAT PAK SUHENDAR…
(bersambung…)

An abundant joy to finish my hectic day

February 29, 2008 by cristineliman

28 february 2008

Hari ini aku lelah sekali. Begitu banyak hal yang aku ingin lakukan, tapi aku selalu merasa kekurangan waktu. Menurut buku yang aku baca, katanya dalam kondisi seperti ini, pakailah prinsip “First Thing First”, skala prioritas. Aku punya 3 project proposal dari kantor yang harus diselesaikan malam ini juga. Hari ini tidaklah terlalu menggembirakan. Banyak deadline, banyak kabar yang ga terlalu baik, banyak target yang harus dicapai. Kepalaku penat.

Ketika aku cek PDA-ku, ternyata aku ada janji dengan dokter gigi langgananku. Oh iya, hari ini Kamis, dan ada 1 gigi yang aku harus kontrol.AKu mengintip lewat jendela. Hujan sudah berhenti dan jalanan sudah mulai lowong. waktu itu pukul 20:30.

Aku melangkah ringan ke parkiran. Begitu sampai dokter gigi, antriannya panjang bow. aku sampe parkir di pinggir jalan, ga ada tempat lagi di halaman. Ternyata aku masih harus menunggu kurang lebih 1 jam lagi karena ada 2 orang lain yang masih menunggu antrian juga. Aduh, kupikir mendingan cari makanan buat isi perut. udara dingin..hmm, bubur kacang ijo enak kali yaa…

Di depan parkiran ada beberapa tenda jualan makanan. Aku menghampiri satu tenda yang jual bubur kacang ijo. Bapak yang jualan sudah sangat tua ternyata. Keriput di wajahnya tergambar jelas. Kutaksir-taksir dia berumur sekitar 65an. atau mungkin lebih muda, tapi wajahnya tak bisa dipungkiri, dimakan usia. Mungkin beban hidup yang berat…atau perkara yang lain..aku tidak tahu.

Aku : “Pak, bubur kacang ijo 1 ya”

Bapak : “pake roti, mbak?”

AKu : “oh ga usah pak. pake susu aja.”

Kuperhatikan baik-baik semua gerakan si bapak. Tangannya yang kurus tampak gemetar saat menuangkan bubur kacang ke dalam mangkuk. Sebersit rasa iba menyeruak relung hatiku…tuntutan hidup. Idealnya bagiku,bapak ini mustinya di usia senja seperti ini tinggal di rumah, ditemani anaknya, bermain-main dengan cucunya, tak perlu membanting tulang sampai larut malam begini. Tapi kadang kenyataan kadang berkata lain.

Pesananku pun datang. Aku mulai menikmati setiap butir bubur di depanku. Slurrpp, rasanya enak…mungkin karena aku lagi lapar berat. beberapa pembeli yang lain mulai berdatangan dan memesan pula. 10 menit kemudian, mangkukku sudah kosong. Aku bersiap membayar.

Aku : “Pak, berapa harganya?”

Sang bapak menjawab “tiga ribu saja, mbak. tapi uangnya jangan gede-gede ya. Takut ga ada kembalian” . Mungkin karena melihat dresscode ku hari itu, baju kerja, tas kerja, sepatu kerja, dia pikir aku ga punya uang kecil. Suaranya lemah dan agak gemetaran.

Kubuka dompetku dan kuambil 1 lembar uang duapuluh ribu. Kusodorkan dengan sopan kepada si bapak “Pak, kembaliannya ga usah ya. Buat Bapak aja” kataku sambil tersenyum.

Di luar dugaanku, sang bapak terbelalak terkejut. Sambil terbungkuk-bungkuk, beliau mengucapkan terima kasih kepadaku sambil mencium uang 20ribuan itu. Wajahnya dipenuhi rasa haru dan syukur yang sangat mendalam.

Aku meninggalkan warung si bapak dengan sebuah perasaan yang sukar untuk diungkapkan…ada rasa haru, iba, bahagia, bercampur aduk melihat raut kebahagiaan di wajahnya. Uang 20rb buat sebagian besar orang mungkin tidak banyak berarti. Bahkan makan siangku pun kadang-kadang bisa 2x lipat (kalau lagi bulan muda tentunya). Dan sebelum berangkat ke dokter gigi, aku sempat membeli 4 keping CD film box office (aku hobi nonton movie), seharga 28 ribu. Paling aku tonton sekali, setelah itu masuk ke kotak koleksi CD-ku. Tapi uang segitu buat sang bapak mungkin bisa menghidupi keluarganya barang 2 hari atau bahkan lebih.

Aku pulang dengan rasa bahagia…Rasa penatku hilang seketika. Lupa sudah kemumetan atas 3 proposal yang baru setengah jadi dan kabar-kabar tak enak yang hari ini sempat membuat hatiku kelabu…

The secret of true happiness is to share joy with other people..