Archive for July, 2009

Dari Pesta Duren menuju 6 minggu

July 23, 2009

Trimester pertama pasca wedding day adalah masa-masa paling indah. Agaknya semua hal yang salah dari pasangan pun bisa dengan gampang ditolerir. Wahai para pengantin baru? bener khan? hehe… Inilah masa-masa yang disebut period of Infatuation.Pada masa ini, kelemahan pasangan bisa selalu diterima dengan pikiran positif, kerelaan untuk mengalah masih sedemikian kuat sehingga semua terasa begitu indaaaaah.

Tanggal 26 Juni, si Jeff (suamiku tercinta), berulang tahun. Hmm mau kasih hadiah apa ya? Bingung-bingung akhirnya berdoa aja deh semoga dapet inspirasi hihi… Jeff pengennya Digital Camera Canon seri berapaaa gitu yang harganya 5 jutaan. Ketika mendengar wish list-nya, gua terbelalak. Mahal amat pikir gua dalam hati. Haduh gimana ya, padahal masih banyak kebutuhan-kebutuhan rumah yang perlu dibeli dan sementara kita udah punya Digital Camera Canon yang harganya yaaaa.. di bawah 5 juta gitu deh hihi..

akhirnya menurut gua, adalah sebuah pemborosan apabila wish list sebuah Canon 5 jutaan itu gua kabulkan. Toh pake-nya jarang-jarang ini. Mendingan duit-nya dipake buat pulang ke Bangka dan pesta duren di sana. Secara, papa lagi panen duren besar-besaran. akhirnya Jeff mengalah. Jadilah kami berdua pulang ke Bangka.

Seperti biasa, mama menjamu dengan masakan super yummy. Gak habis-habisnya itu makanan, mulai dengan kepala b*** panggang, mpek-mpek, tahu cau, ikan pari lempah, trus apa lagi ya…oh iya.. ada daging tupai plus daging monyet..bingung khan koq tega-teganya makan daging dari  binatang-binatang lucu itu? iya, jadi si tupai-tupai nakal itu menggerogoti durennya papa sehingga bolong-bolong gitu. dan mereka pinter-pinter banget cari duren yang dagingnya enak dan mantab. Nah akhirnya ketangkep ama papa (pake alat semacam kurungan gitu), trus dimasak deh ama Mama. Si JEff yang hobi makan pun ga tega makannya, mungkin karena inget  si Sid yang lucu di film Ice Age.

Selama di Bangka, kami berdua khilaf makan duren. Pagi bangun tidur, ngopi pake duren. Siang lunch enak, habis itu dessertnya duren. Malam papa bawa pulang duren seger, makan lagi duren. Menjelang tidur, sebelum sikat gigi, sikat duren dulu. 2 hari berturut-turut begitu terus. Gilaaa dureen heheh… Tapi di hari ke-2, gua mulai merasakan gejala aneh dalam diri gua. Koq pusing keliyengan gitu ya, trus suhu badan suka panas ditambah jantung berdetak lebih kencang. Mama bilang, dengan insting keibuannya, hamil kali. Gw langsung merespon cepat, pastinya langsung ke duren, wah ga boleh makan duren banyak-banyak donk.

Sampai hari ketiga, kami bertolak kembali ke Jakarta, pastinya sambil membawa duren juga. (ga usah tanya berapa banyak, yang pasti ga mungkin dikit hehe). Rutinitas sehari-hari kembali dimulai. Dan badan gua terus memberi sinyal ga enak, dengan gejala sama : pusing, sedikit mual, kadang suka ga fokus kalo nyetir mobil, dan jantung berdetak lebih cepat serta nafas lebih pendek.

Suatu hari, penasaran dengan prediksi mama, gua pake test-pack. Jeng jeng jeng jeeeeeng… berapa garis yang muncul ya? pelan-pelan  garis berwarna merah pun muncul pada layar testpack itu. Horeeeee garisnya dua. tapi menurut pengalaman teman-teman gua, jangan langsung dikira hamil. Tunggu 3 hari, trus tes lagi.. Nah hari berikutnya gua tes lagi pake alat yang lebih mahal (Pssst Jeff kaget pas tahu harganya).. dan… garisnya muncul 2 lagi… HOreeee….trus tes lagi beberapa hari kemudian.. dan tetep muncul 2 garis…

Akhirnya tanggal 9 Juli tes ke dokter. Awalnya ke RS Family, karena banyak direferensiin oleh teman-teman gua. Dokternya mulai periksa, tapi karena baru telat p****de 1 hari, makanya belum keliatan apa-apa. Dokter cuma pesen, jaga makan aja, jangan terlalu cape dan istirahat yang cukup. Sip,kesempatan ga usah nyetir-nyetir nieh hehe secara kalo nginjek kopling, perutnya langsung bereaksi.. sakit..

Atas referensi dari Sani, mami-nya Andrew & Erica, akhirnya gua memilih pake dr. Hardi Susanto. Terbukti dari ke-2 anaknya Sani, lucu-lucu, sehat dan sempurna dan dokter itu praktik di RS Puri Indah yang deket rumah gua. Kalo kudu ke Family, maka harus menempuh perjalanan paling cepat 1 jam, trus nunggunya minimal 2 jam. Kebayang kan kalo udah buncit kayak semangka, emang bisa nahan kesabaran de el el??

Hari ini, tanggal 23 Juli, udah 2 minggu lebih telat m*n*, dan suhu badan sering banget panas tiba-tiba dan berkepanjangan, jadilah gua dianterin Jeff, ke RS Puri Indah.Ternyata RS ini satu grup dengan RS Pondok Indah. Hmm jangan2 harganya juga sebelas dua belas niey (alias beda tipis).

Kurang lebih 30 menit nunggu, akhirnya nama gua dipanggil (asiiiik ga nunggu lama). Si jeff lagi seru-serunya maen Brickbreaker di Blackberry, ampe terkaget-kaget. Pertama kalimasuk ke ruang dokter, oooh begini toh si dr. Handi….

“Bu Cristine ya, ada masalah apa Bu?”

“ini dok, dihamili laki-laki ini” sambil nunjuk ke Jeff yang senyum2 aja.

He he, korban laki-laki ya.Kog mau?”

“hehe, udah terlanjur Married, dok”

Seru juga awal langsung becanda dan nyambung. Gua cerita-cerita tentang gejala-gejala gua, pusing, mual, badan panas dan alergi di sekitar perut, kayak bintik merah merah dan gatel gitu. Kata dokter, itu awal dari stretchmark, yang mana elastisitas kulit berkurang karena kulit kering dan ketarik. dan stretchmark tidak bisa hilang…Hmm… pengorbanan seorang ibu…

Gua naik ke ranjang periksa. Dengan alat USG, dokter mulai beraksi. Eh, beneran, ada bayangan hitam gitu di layar. Panjangnya 2.3 cm, umurnya 6 mnggu… itulah si baby.. horrraaaaayyyy…. asik asik…. mau punya baby hehe… si Jeff juga cecengiran…. bangganya dia…

Gua dikasih vitamin wajib ibu hamil 2 macem dan disuruh tes darah.. Dokter bilang 2 minggu balik lagi untuk periksa sekalian baca hasil tes lab. Beberapa kesimpulan dari periksa hari ini : jaga makanan, istirahat yang cukup, minum madu boleh (gua hobi banget minum madu dicampur air anget)tapi kalo kehamilan sudah besar, jangan diteruskan karena takut terlalu ndut. Berhubung gua suka yoga, untuk semntara, latihan meditasi dan relaksasi aja dulu biar ga stress. Pikirkan yang indah-indah selama hamil.HIndari stress…Konsultasi pertama plus vitamin dan tes lab, menghabiskan 1. 4 jutaan, plus makan di kafetaria RS (berhubung udah laper bangeeet), soto ayam+nasi+dua gelas jeruk segar, 55 ribu… hmmm

Epilog :

Nah, gua pengen mengakhiri tulisan kali ini dengan sebuah hal yang agakmemalukan. Pas dokter cek bintik2 merah gatel di seputar perut, ternyata itu bukan alergi booo… Trus apakah itu? itu adalah penyakit kampung, yaitu jamuran (please dont laugh).. Kog bisa? ternyata gara gara perut gua udah begah, jeans ga muat pada kekencengan, gua sering pake lagging. karena lagging itu bahannya agak panas dan ketat, maka keringatanlah di daerah perut itu dan alhasil.. jamuranlah… (hiks malu)

Jakarta berduka

July 17, 2009

17 Juli 2009

Hari ini semua media -TV, RAdio, online- membicarakan hal yang sama. Ledakan bom di Ritz Carlon dan Marriot, yang berimbas pada pembatalan kedatangan tim Manchester United ke Jakarta. Tiba-tiba gua tidak kepengen lagi menulis tentang apa yang terjadi dan apa yang dibicarakan karena seharian mantengin TV di kantor bersama teman-teman (maklumlah di kantor gua TV bergelantungan di mana-mana) membuat gua terlalu mashgul dan berduka untuk Nusantara. Kenapa ya negara kita tidak henti-hentinya mendapat musibah?

Gua juga tidak pengen mendeskripsikan bagaimana kondisi korban-korban bom, baik yang tewas maupun yang terluka karena terlalu miris untuk diingat. Ketika di TV diperlihatkan detik-detik bom meledak, di mana ada seorang pria bersetelah jas membawa koper hitam, berjalan masuk ke Airlangga Restaurant, tempat bom meledak, dan 1 orang sekuriti berjalan menuju ke lantai tengah, dan setelah itu 40 detik kemudian.. BUUUUM.. yang terlihat adalah kaca pecah dan asap mengepul, hati ini nyeri. Oh Tuhan kenapa ada yang sampai begitu tega?

Yang paling menyedihkan adalah ketika gua melihat list korban di TV dan online, ada 1 nama  yang gua sangat kenal dari ciri-ciri yang disebutkan. MARIKO… Gua kenal baik orang ini, tapi masih ragu apakah benar dia MARIKO yang gua kenal. Sampai akhirnya ada yangmengkonfirmasi bahwa benar dia adalah MARIKO, salah satu client gua, wanita Jepang pekerja keras yang sangat helpful terhadap semua orang, menjadi salah satu korban ledakan bom. Dia dirawat di RS MMC. Dengan berbagai cara, gua mencari jalan untuk mencari tahu keadaannya. Lewat seorang yang kenal dia, akhirnya gua berhasil berbicara dengan Mariko. Dia baru selesai dioperasi dan suaranya terdengar sangaaat lemah.

Thank God keadaannya sudah membaik.  Segera gua order bunga untuk dikirim ke dia dan nanti gua ingin meluangkan waktu menjenguk dia apabila sudah diperbolehkan.

Sampai detik ini, pembicaraan di semua media masih sama. Korban bom, MU yang ga jadi datang, kerugian yang mencapai 30-50 miliar, koq bisa sampai-sampai pelaku bom itu bisa lolos masuk ke hotel international, siapa dalang dari semua ini, komentar SBY yang kog mendebarkan ya, dll…

Jakarta menangis….Nusantara berduka…. Semoga Tuhan terus melindungi bangsa dan negara ini dari segala ancaman dan bahaya…