NBA season 2007-2008, a wonderful trip that has produced wonderful experience, friends and excitements…a walk to remember…
Bersama 3 crew dan 3 orang tamu undangan, kami dikirim ke Macau untuk membuat magazine show tentang pertandingan Basket NBA Preseason Games.
Tanggal 16 Oktober malam tepat pukul 00:30 lepas landas dari bandara Internasional Soekarno Hatta langsung menuju Macau dengan pesawat baru Viva Macau Airlines. Perjalanan memakan waktu 4-5 jam. Kami tiba dini hari pukul 06:30. Menjelang pukul 5 pagi, semburat merah mentari pagi yang sebentar lagi muncul begitu memukau.
Tepat di sebelahku karena aku duduk persis di samping jendela pesawat. Aku terperangah kagum akan keindahan semesta dan keajaiban penciptanya. Kuabadikan detik-detik yang jarang dapat kunikmati ini. Setiap menit nampak perubahan yang signifikan di langit. saat itu aku berpkir, berbahagialah mereka yang berprofesi sebagai pilot dan pramugari karena dapat menikmati momen luar biasa ini lebih sering daripada aku.
Tepat pukul 06:30 kami mendarat. Bienvenue…Suasana portugis sangat terasa sejak menjejakkan kaki di bandara. Semua signage dalam dua bahasa : Chinese dan Portugese. Negara yang eksotis menurutku karena begitu berbeda. Kecil, bersih, menarik, tidak macet, tidak berpolusi. 3 jembatan besar dan panjang membelah kota, menghubungkan satu sisi pulau dengan pulau lain. Di siang hari tidak terlalu luar biasa, tapi ketika malam menjelang, aku berdecak kagum. Lampu-lampu mulai dinyalakan dan di setiap sudut kota terang benderang. Setiap beberapa meter ada kasino..uugh.. Masyarakat di sini mata pencahariannya kalo tidak kerja di imigrasi, ya di kasino, berdagang atau menjadi tour guide…luar biasa…Kota yang tidak pernah mati. Lepas jam 24 tengah malam, toko-toko emas atau berlian masih tetap buka. Kabarnya pedagang barang berharga ini tetap buka untuk mengantisipasi para gambler yang mau menjual emas atau berliannya untuk keperluan berjudi…hmmm…eksotis…menurutku..
Sarapan pertama di Macau penuh dengan keribetan. Alasan klasik…kendala bahasa hehe…AKu memang keturunan Chinese, tapi tak berarti aku menguasai bahasa Chinese dengan baik. Bahasa Prancisku malah jauh lebih baik daripada bahasa Chineseku…Untunglah bahasa Inggris efektif di sini. Tak kusesali belajar bahasa Prancis, Italia dan Spanyol di kampus dulu karena Macau Negara bekas jajahan portugis yang bahasanya sedikit banyak mirip bahasa Spanyol, maka petunjuk-petunjuk jalan bisa kumengerti.
Di hari pertama kami bertolak ke Hongkong. Naik ferry, hanya seratusan hongkong dolar. Lumayan pikirku. Nanti kalau mau wisata ke Hongkong lagi, kusarankan lewat Macau saja. Dengan budget hampir sama, bisa mengunjungi 2 negara sekaligus. Hotel di Macau juga lebih murah daripada di Hongkong. Demikian pula makanan. Jadi tidak rugi kalo lewat Macau saja. Akhirnya jadi juga aku ke Hongkong setelah menyimpan impian hampir setahun lamanya untuk mengunjungi paman dan bibiku yang sudah menjadi warga Negara sana.
Malam hari kami menyeberang lagi ke Macau. Keesokan hari berangkat ke Zhuhai, wisata belanja, wisata sejarah dan wisata kuliner setengah hari lalu kembali ke Macau lagi karena game NBA dimulai menjelang malam. Game akan berlangsung di Venetian Arena. DiVenetian Arena ini ada sebuah lapangan basket besar yang menjadi bagian dari Venetian Hotel. AKu takjub untuk pertama kalinya melihat hotel yang demikian LUAAAARRR BIASAAAA…Besar sekali sampai-sampai kami nyasar di dalamnya. Ada lebih dari seribu kamar mewah, interiornya lekat dengan arsitektur zaman Romawi (kalau tidak salah), ada gondola di tengah hotel, kanal-kanal yang dibuat menyerupai Negara aslinya Italia, dengan kano-kano yang disewakan, sambil ditemani lantunan musik opera yang mengalun dari instrument khas yang sering aku tonton di film-film Eropa …luar biasa indah….
Yang lebih mengharukan bagiku adalah melihat pemain basket idolaku langsung dari pinggir lapangan. Dwight Howard menjulang di tengah lapangan.
Aku duduk bersama-sama tim kami di row M dan sangat menikmati mengeprakkan instrument dari LENOVO yang kami pakai untuk memeriahkan acara dan menambah riuh suasana di lapangan. Ribuan orang berbondong-bondong ikut nonton dan mendukung tim nasional China. AKu sampai geleng-geleng kepala melihat antusiasme beberapa kakek nenek yang ikut menonton. Rasa nasionalisme telah membuat mereka lupa sejenak akan usia yang tak lagi muda…sekali lagi luar biasa..
Pertandingan usai dan kami menikmati berfoto-foto di lapangan basket, di setiap sudut hotel yang lekat dengan sentuhan kemewahan, di kasino Venetian yang luasnya ga bisa kukira-kira lagi, ratusan mesin-mesin judi yang aku sendiri bingung bagaimana mainnya, ratusan meja yang dikelilingi orang-orang yang sedang berjudi…dan masih banyak lagi … terlalu banyak untuk bisa ditulis di sini…
Hari berikutnya mengunjungi Shenzen…Window of the World…. Mengunjungi tempat ini sama dengan berkeliling dunia. Semua replika icon Negara-negara di seluruh dunia ada di sini, dalam bentuk lebih mini tentunya. Tak bisa kubayangkan bagaimana pemerintah China bernegosiasi dengan pemerintah setiap Negara di dunia untuk membuat replika ciri khas Negara masing-masing. AKu berfoto di hampir semua miniatur… di depan Eiffel pastinya yang pernah kukunjungi aslinya di Prancis sana 7 tahun silam, di depan tembok Cina, Kota terlarang, rumah opera, Spinx, Merlion, dll.. menonton teater 4 D di Jepang, menonton tarian-tarian masyarakat Chinese yang begitu memukau, bergaya di bawah 1000 lampion merah, meluncur di atas es dan menikmati dinginnya salju di Swiss, dll…sungguh pengalaman tak terlupakan..
Pertandingan game ke-2 berlangsung lagi keesokan harinya….dan di hari terakhir syuting dengan Macau Government Tourism Office (MGTO) yang sangat helpful… Lunch di ketinggian 147 (lupa persisnya) lantai di Macau Tower…interview Filipa, wanita Portugis yang banyak membantu untuk perjalanan ini berlangsung.. Sore harinya aku melanjutkan perjalanan sendirian ke Hongkong. AKu ambil cuti 2 hari untuk mengunjungi keluargaku di sana…sementara timku yang lain kembali ke Jakarta….
Macau…until we meet again… I am missing you….




